Selamat Datang

Selamat Datang

Rabu, 02 Juli 2014

Bukan Opini, Ini Solusi : Karya Anak Bangsa Tak Dihargai


 



     Banyak sekali karya anak bangsa ini, tapi hanya sedikit yang berjaya. Mulai dari kompor biogas sampai mobil dan bahkan pesawat terbang. Sedikit sekali yang dihargai negeri sendiri. Kata "dihargai" di sini bukan cuma dielu-elukan saja lo, ya mesti dibeli lah! Lagi-lagi, katanya nggak dihargai pemerintah, sebenarnya "nggak dihargai masyarakat sendiri lo". Ambil satu contoh, mobil ESEMKA, berapa unit yang telah dibeli masyarakat negeri ini?

Solusi :

Ambil resikolah, beli, sekali lagi beli, kalau nggak ada yang nyoba, modal terhenti, terus sudah pasti nggak bisa berkembang karena kekurangan dana tentunya, menuju bangkrut dan akhirnya hilang tak berbekas.

Good for Indonesia

Selasa, 03 Juni 2014

Bukan Opini, Ini Solusi : Tumpukan Sampah di Sungai-Sungai


Lihat sungai di lingkunganmu, pasti ada saja sampah bertebaran, entah itu di pinggir bahkan larut mengotori air sungai. Sebenarnya salah siapa?
Terus.... bisa ditebak, semua orang menunjuk "pemerintah". Hm, sudah tahu siapa yang sebenarnya bersalah? Benar,,, jawabannya,, "Masyarakat sekitarlah pelakunya"

Solusi : Pemerintah sedang mumet-mumetnya mengatur pemerintahan, tambah lagi sikap sinis masyarakat pelaku sampah yang dengan "entengnya" menyalahkan pemerintah.
     Lah... yang buang siapa?, yang salah siapa?

Kalau lihat sampah, jangan cuma dilihat, diraba apalagi diterawang. Kumpulkanlah, bungkus, buang ke bak sampah yang tersedia. Jangan cuma jadi penonton.... Ini salahin pemerintah, tapi nggak ada "action" nya sama sekali. Menunggu harapan ya?

Good for Indonesia

Minggu, 01 Juni 2014

Bukan Opini, Ini Solusi : Kasus Kebakaran Hutan Riau




 Hm, berbicara mengenai kebakaran hutan, tentu masih melekat dalam ingatan kita kebakaran yang terjadi di Riau silam. Dampaknya sangat merugikan lingkungan dan kesehatan masyarakat khususnya di Riau bahkan melebar ke Kalimantan dan negara tetangga. Pelakunya dari perusahaan2. Dan hanya di sidang.

"Sidang tak akan membuat efek jera sama sekali". Malah tetap akan dilakukan berulang-ulang walaupun surat peringatan bertebaran.

Solusinya :  Sebenarnya simpel lo, gini, para perusahaan pembakar hutan WAJIB (semua pimpinan sampe ke buruh2nya) diikutkan untuk memadamkan kebakaran bersama para pemadam. Sampai hutan yang terbakar beres padam. Baru di sidang. Mereka akan merasa bagaimana sengsaranya
asap hasil mereka dan bisa merenungi itu semua. Duduk di kantor saja ya jelas tak akan tersentuh rasanya. 

Good for Indonesia